Plagiarisme adalah musuh terbesar bagi mahasiswa tingkat akhir. Sebagian besar perguruan tinggi kini mewajibkan batas maksimal skor Turnitin (biasanya 20% hingga 25%) agar skripsi bisa disidangkan.
Jika Anda kesulitan menurunkan skor plagiasi, berikut adalah panduan aman untuk lolos uji Turnitin tanpa harus menggunakan aplikasi *spinner* abal-abal yang merusak susunan kalimat Anda.
1. Teknik Parafrase yang Benar
Parafrase bukan sekadar mengganti satu atau dua kata dengan sinonimnya (patchwriting). Parafrase yang benar adalah membaca keseluruhan ide dari penulis asli, menutup sumbernya, lalu menuliskan kembali ide tersebut menggunakan kalimat dan gaya bahasa Anda sendiri. Jangan lupa untuk tetap menyertakan sitasi.
2. Gunakan Kutipan Langsung Secara Bijak
Jika ada definisi pakar atau undang-undang yang tidak boleh diubah susunan katanya, gunakan tanda kutip ("...") di awal dan akhir kalimat, serta cantumkan halaman spesifik. Sistem Turnitin memiliki fitur untuk mengecualikan kutipan langsung (Exclude Quotes).
3. Terjemahkan Jurnal Internasional
Salah satu trik paling efektif adalah mengambil referensi dari jurnal berbahasa Inggris, kemudian menerjemahkannya ke bahasa Indonesia dengan struktur kalimat Anda sendiri. Karena bahasanya berubah, mesin Turnitin umumnya tidak mendeteksi hal ini sebagai plagiasi identik.
4. Hindari Auto-Paraphrasing Tools Secara Mentah
Banyak mahasiswa menggunakan aplikasi *spin article*. Hal ini sangat berbahaya karena kalimat yang dihasilkan seringkali tidak masuk akal (rancu) secara tata bahasa. Dosen penguji dengan mudah bisa mendeteksi kalimat hasil *spinner* mesin.
Baca Juga Artikel Terkait:
Butuh Bantuan Lolos Uji Turnitin?
Butuh bantuan menurunkan skor Turnitin tanpa merusak makna kalimat? Tim Pena Elit Akademika menyediakan jasa parafrase manual berkualitas yang dijamin aman dan lolos Turnitin kampus Anda!
Pesan Jasa Parafrase