Abstrak adalah "wajah" dari skripsi Anda. Sebelum dosen penguji atau pembaca lain melihat isi ratusan halaman dokumen Anda, mereka akan terlebih dahulu membaca abstrak. Selain abstrak Bahasa Indonesia, hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia mewajibkan mahasiswa melampirkan Abstrak dalam Bahasa Inggris (English Abstract).
Sayangnya, banyak mahasiswa mengandalkan Google Translate atau AI Generator gratisan secara mentah-mentah tanpa proses editing dan proofreading (baca ulang). Hasilnya? Susunan tata bahasa (grammar) menjadi berantakan, membingungkan, dan menghilangkan konteks akademis (academic tone). Berikut adalah kesalahan grammar dan tenses yang paling fatal namun sering dilakukan mahasiswa pada abstrak skripsi.
1. Kesalahan Pemilihan Tenses (Waktu)
Abstrak memiliki aturan baku dalam penggunaan tenses berdasarkan bagian informasinya. Kesalahan paling umum adalah mencampuradukkan tenses sesuka hati. Aturan dasarnya adalah:
- Background (Latar Belakang) & Fakta Umum: Gunakan Present Tense (Misal: Technology plays a crucial role...).
- Methodology (Metode) & Proses Penelitian: Gunakan Past Tense karena penelitian SUDAH Anda lakukan. (Misal: This study used a quantitative approach... BUKAN This study uses...).
- Results (Hasil Penelitian): Gunakan Past Tense. (Misal: The results showed that variable X significantly influenced variable Y...).
- Conclusion (Kesimpulan / Rekomendasi): Kembali menggunakan Present Tense. (Misal: Therefore, it is recommended that...).
2. Terjemahan Harfiah (Word-for-Word Translation)
Mesin penerjemah sering menerjemahkan idiom atau istilah lokal Indonesia secara harfiah kata demi kata, yang mana terdengar sangat aneh (awkward) dalam bahasa Inggris akademis.
Contoh Kasus: Kalimat "Penelitian ini mengambil tempat di..." sering diterjemahkan mahasiswa menjadi "This research takes place in..." (salah konteks). Padahal istilah akademis yang lebih tepat adalah "This research was conducted at..."
Penggunaan "Di samping itu..." sering diartikan "Beside that...", padahal dalam konteks formal sebaiknya menggunakan "Furthermore," atau "Moreover,".
3. Kesalahan Penggunaan Active vs Passive Voice
Dalam penulisan academic paper, struktur kalimat pasif (Passive Voice) lebih disukai daripada kalimat aktif karena menggeser fokus dari "Si Peneliti" menjadi ke "Objek Penelitian".
Hindari: "I distributed the questionnaire to 100 students." (Terlalu personal/informal).
Gunakan: "The questionnaire was distributed to 100 students." (Objektif/formal).
4. Pengulangan Kata yang Terus Menerus (Redundancy)
Karena keterbatasan kosakata bahasa Inggris, mahasiswa sering menggunakan kata sambung yang itu-itu saja di setiap awal kalimat abstrak. Misalnya, memulai kalimat berturut-turut dengan kata: "The result of this study...", "The result showed...", "The result also indicated...".
Hal ini menurunkan estetika tulisan. Gunakan variasi transition words dan sinonim, seperti: The findings revealed..., Furthermore, the analysis demonstrated..., Ultimately, it can be concluded that...
Kurang Percaya Diri dengan Terjemahan Abstrak Anda?
Jangan biarkan nilai skripsi Anda dipotong oleh dosen penguji hanya karena abstrak Bahasa Inggris yang berantakan, tidak terbaca, atau ketahuan hasil Google Translate mentah.
Serahkan pada Layanan Jasa Translate Abstrak & Proofreading Akademis dari kami! Dikerjakan secara manual oleh translator berpengalaman dengan menggunakan standar kosa kata akademis (Academic English) yang dijamin lolos revisi penguji. Pengerjaan cepat, hasil tepat sasaran.
Pesan Jasa Translate Abstrak